Selasa, 10 Januari 2012

UJIAN AKHIR SEMESTER FILSAFAT 2011/2012


Soal:
  1. Kemukakan pendapat anda tentang proses mendapatkan pengetahuan ilmiah dengan metode ilmia yang merupakan penggabungan antara cara berpikir deduktif dan induktif. Kemukakan  contoh dalam bidang ilmu pendidikan.
  2. Kemukakan pendapat anda tentang aksiologi yang merupakan bagian dari filsafat ilmu dibandingkan dengan aksiologi kritikal dalam artikel itu.
  3. Kemukakan pendapat anda tentang moralitas, ideologi, dan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan global dewasa ini.
  4. Kemukakan pendapat anda tentang pembentukan /pengembangan karakter bangsa dikaitkan dengan aksiologi kritikal yang dikemukakan oleh penulis artikel ini.
  5. Kemukakan pendapat anda tentang manfaat belajar filsafat ilmu bagi (calon) ilmuwan dan /atau (calon) guru.
    1.             Jawab soal nomor 1. Kemukakan pendapat anda tentang proses mendapatkan pengetahuan ilmiah dengan metode ilmia yang merupakan penggabungan antara cara berpikir deduktif dan induktif. Kemukakan  contoh dalam bidang ilmu pendidikan.
Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang telah dibuktikan kebenarannya. Teori-teori ilmiah ditarik dengan cara ketat dari fakta-fakta pengalaman yang diperoleh lewat observasi dan experimen. Ilmu didasarkan pada apa yang kita lihat, dengar, raba dan sebagainya. Pendapat atau kesukaan subjektif dan dugaan-dugaan spekulatif perorangan tidak mempunyai tempat di dalam ilmu. Ilmu itu objektif. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang dapat dipercaya, karena ia telah dibuktikan kebenarannya secara objektif.
Landasan epistimologi ilmu disebut metode ilmiah. Dengan kata lain metode ilmiah adalah cara yang dilakukan ilmu  dalam menyusun pengetahuan  yang benar. Dari pernyataan diatas Tidak semua pengetahuan bisa disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu tercantum dalam apa yang dinamakan metode ilmiah.
Langkah-langkah Kerangka Berpikir Ilmiah yang berintikan proses logico-hypothetico-verifikasi :
1)   Perumusan Masalah
Merupakan pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan factor-faktor yang terkait di dalamnya.
2)   Penyusunan Kerangka Berpikir dalam pengajuan hipotesis
Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan factor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.
a)    Perumusan Hipotesis
b)   Pengujian Hipotesis
c)    Penarikan Kesimpulan
Metode ilmiah merupakan prosedur yang mencangkup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, tata langkah, dan cara teknis untuk memperoleh pengetahuan baru atau memperkembangkan pengetahuan yang ada. (dalam, Ihsan. 2010:109)
Kita memerlukan sarana berfikir ilmiah untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Seorang peneliti harus bisa menguasai sarana ini agar bisa melaksanakan penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat. Tanpa mengusainya, kegiatan ilmiah yang baik tak dapat dilakukan. Berbagai sarana berfikir ilmiah tersebut adalah:
1. Bahasa. Bahasa dalam kehidupan manusia mempunyai fungsi simbolik, emotif, dan afektif (Kneller di dalam Suriasumantri (1996). Fungsi simbolik sangat menonjol dalam komunikasi ilmiah. Bahasa diperlukan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan terutama dalam hal mengkomunikasikan hasil penelitian. Komunikasi ilmiah tersebut harus bersifat reproduktif, artinya informasi yang dikomunikasikan peniliti harus sama dengan informasi yang diterima pihak lain. Hal ini bisa dicapai jika bahasa yang digunakan adalah jelas (eksplisit) dan objektif sehingga tidak terjadi kesalahan pemahaman atau interpretasi.
2. Matematika. Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkan makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan padanya. Misal, variabel harga barang dilambangkan dengan P, jumlah barang dengan Q, dan sebagainya. Pemberian makna melalui simbol-simbol tersebut akan dibahas dalam pengukuran variabel dan teknik penskalaan di bab-bab selanjutnya. Yang terpenting, matematika digunakan untuk menghilangkan sifat kabur, majemuk, dan emotif dari bahasa verbal.
3. Statistika. Pengujian secara empiris meruapakan salah satu mata rantai dalam metode ilmiah. Pengujian tersebut merupakan suatu proses pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang akan dibuktikan kebenarannya. Disinilah peranan statistika yaitu dalam proses induksi. Statistika memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari populasi sasaran. Jadi statistika adalah sarana untuk melakukan induksi.
Proses Berpikir Ilmiah merupakan kemampuan manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, karena manusia mempunyai kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka berfikir tertentu. Cara berfikir seperti itu disebut penalaran (reasoning). Sebagai suatu kegiatan berpikir maka penalaran mempunyai ciri-ciri, yaitu logis dan analitis (Suriasumantri, 1996). Berfikir secara logis dan analitis ini merupakan proses berfikir ilmiah. Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari dua cara penalaran, yaitu:
1. Deduksi/logika deduktif. Penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme, yaitu faham bahwa rasio atau pemikiran adalah sumber kebenaran. Deduksi adalah cara berfikir dengan menarik kesimpulan khusus dari pernyataan-pernyaatan yang besifat umum; atau dari umum ke khusus. Pernyataan umum tersebut merupakan alasan atau premis yang dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan khusus. Alasan atau premis tersebut merupakan ilmu atau teori sebelumnya yang sudah diakui kebenarannya. Dalam metode ilmiah. Berfikir deduktif ini digunakan pada saat penyusunan hipotesis. Hipotesis disusun secara deduktif dari teori-teori yang disusun secara jelas, logis, dan sistematis sehingga menjadi kerangka pemikiran. Salah satu cara berfikir deduktif adalah silogisme, yaitu dengan contoh berikut:
Premis Mayor : Perusahaan perdagangan mempunyai tingkat persedian tinggi
[ misal, dari teori sebelumnya yang dijadikan landasan teori ]
Premis Minor : PT ABC adalah perusahaan perdagangan [ misal, tempat penelitian kita ]
Kesimpulan : PT ABC mempunyai tingkat persedian tinggi [ kesimpulan yang akan dibuktikan setelah observasi ke perusahaan] Premis mayor dan premis minor tersebut adalah alasan yang tidak perlu dibuktikan kebenarannya, dan biasanya merupakan landasan teori sebagai pijakan kita dalam menyusun hipotesis. Implikasinya adalah kita harus menggunakan teori sebagai rujukan yang harus diakui kebenarannya oleh kalangan ilmiah.
2. Induksi/logika induktif. Induksi merupakan cara berfikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual; atau dari khusus ke umum. Memang tidak ada keterkaitan erat antara alasan dan kesimpulan yang kuat seperti dalam deduksi. Penalaran induktif terkait dengan empirisme, yaitu faham bahwa pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran. Dalam metode ilmiah berfikir induktif ini  Berdasarkan satu atau lebih fakta atau kejadian yang ditemukan, kita menarik kesimpulan bahwa fakta atau kejadian tersebut juga berlaku umum. Sebagai ilustrasi, jika kita menemukan satu atau beberapa barang yang dijual sebuah toko ternyata rusak maka kita menyimpulkan bahwa seluruh barang di toko tersebut yang diproduksi sebuah perusahaan sudah kadaluarsa. Proses penarikan secara induktif ini dalam prakteknya menggunakan analisis statitik melalui berbagai teknik analisis yang termasuk statistika inferensial.
Sumber pengetahuan yang dibangun berdasarkan logika deduktif dan induktif seperti yang dijelaskan diatas adalah suatu proses penalaran yang dibangun berdasarkan premis-premis yang berupa pengetahuan yang benar.  Kata benar menurut Jujun S Suriasumantri (1988) dapat didefinisikan sebagai pernyataan tanpa ragu. Artinya “ketidakraguan” adalah syarat mutlak bagi seseorang untuk dapat dikatakan mengetahui.” Contohnya kita mengetahui bahwa bilangan lima lebih besar dari bilangan empat dan lebih kecil dari bilangan enam, manakala kita meyakini akan kenyataan itu, meskipun guru kita atau orang lain yang kita anggap pandai mengatakan sebaliknya, namun kita pasti tetap akan mempertahankan pendirian kita terhadap kebenaran tersebut.
Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar pada dasarnya ada dua sumber utama yang perlu diketahui oleh setiap manusia, yaitu berdasarkan rasio dan pengalaman manusia. Pengetahuan yang diperoleh melalui sumber rasio, kebenarannya hanya didasarkan pada kebenaran akan pikiran semata, pendapat ini dikembangkan oleh para rasionalis, sedangkan orang yang menganut paham tersebut disebut rasionalisme. Sebaliknya, orang yang berpendapat bahwa sumber pengetahuan diperoleh melalui pengalaman, kebenaran pengetahuan hanya didasarkan pada fakta-fakta yang ada dilapangan, sedangkan orang yang menganut paham ini disebut sebagai kaum empirisitze. Kaum rasionalisme memperoleh pengetahuan yang benar dengan penalaran, logika yang digunakan adalah logika deduktif. Kaum empiris memperoleh pengetahuan melalui pengalaman yang konkret. Contoh bila logam dipanaskan akan memuai. Oleh karena itu, pengalaman manusia akan membuahkan pengetahuan mengenai berbagai gejala alam yang mengikuti pola-pola tertentu.
Dalam bidang pendidikan Metode ilmiah (pengabungan deduktif dan induktif) sangatlah penting karena bukan hanya dalam proses penemuan pengetahuan tapi bagaimana menyampaikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuwan. Misalnya cara belajar yang selama ini bersifat konvensional atau tradisonal yang bepusat pada guru “teaacher center”berubah kearah  peserta didik sebagi pusat “student center”  membuat para ilmuwan atau guru berpikir kelas bagaimana cara menerapkannya. Kemudian muncullah berbagai metode-metode baru dengan mengunakan berbagai media termasuk media komputer dan internet yang sedang berkembang pesat saat ini. Dengan mengunakan media internet batas ruang dan waktu pembelajaran bagi siswa tidak terbatas, mereka kapan saja dapat mengakses mata pelajaran yang diberikan gurunya kapan dan dimana saja, gurunyapun dapat mengevaluasi hasil belajar siswanya setiap saat.
Dari penjelasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa proses mendapatkan pengetahuan ilmiah dengan menggunakan metode ilmiah merupakan  penggabungan cara berpikir deduktif dan induktif.

2.             Jawaban soal nomor 2 Kemukakan pendapat anda tentang aksiologi yang merupakan bagian dari filsafat ilmu dibandingkan dengan aksiologi kritikal dalam artikel itu.
Definisi filsafat ilmu menurut The Liang Gie adalag segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. (dalam, Ihsan. 2010:13).
Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
1.      Filsafat ilmu dalam arti luas: menampung permasalahan yang menyangkut hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah, seperti:
a.       implikasi ontologi-metafisika dari citra dunia yang bersifat ilmiah;
b.      tata susila yang menjadi pegangan penyelenggarailmu;
c.       konsekuensi pragmatik-etik penyelenggara ilmu dan sebagainya.
2.      Filsafat ilmu dalam arti sempit: menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang menyangkut sifat pengetahuan ilmiah, dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah. (Beerling, 1988).
Untuk mendapatkan gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapatlah kiranya dirangkum tiga medan telaah yang mencangkup di dalam filsafat ilmu. Ketiganya itu adalah sebagai berikut:
a.       Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang yang digunakan dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan yang juga ilmu rasional, juga untuk membahas studi bidang etika dan estetika, studi  kesejaraan, antropologi, geologi, dan sebagainya.
b.      Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep, sangka wacana, dan postular mengenai ilmu dan upaya untuk membuka tabir dasr keempirisan, kerasionalan, dan pragmatisan.
c.       Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atasbeberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu. (Hartono Kasmadi,dkk, 1990: 17-18).
Robert Ackermann mendefinisikan filsafat ilmu adalah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini, yang telah dibandingkan dengan pendapat-pendapat dahulu yang telah dibuktikan. Sadoell77's Weblog diakses tanggal 7 januari 2012
Lewis White Beck menyatakan bahwa filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta mencoba menetapakan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
Cornelius Benjamin berpendapat bahwa filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan dan falsafti yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan praanggapan-praanggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual.
May Brodbeck mengutarakan filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan falsafati, pelukisan, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

Senin, 09 Januari 2012

LANDASAN TEORI KOMUNIKASI DAN INFORMASI


1.     PENDAHULUAN
1.1.         LATAR BELAKANG
Sudah diketahui banyak orang bahwa komunikasi ada di mana-mana, di rumah, kampus, dan masjis; bahkan ia sanggup menyentuh segala aspek kehidupan kita (Jalaluddin Rakhmat, 1985). Artinya, hampir seluruh kegiatan manusia, di mana pun adanya, selalu tersentuh oleh komunikasi. Pada bidang kajian seperti menajemen, administrasi, hukum, matematika dan biologi misalnya, komunikasi selalu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pengembangannya. Administrasi tidak bisa hidup tanpa komunikasi. Bidang pendidikan, misalnya tidak bisa berjalan tanpa dukungan komunikasi, bahkan pendidikan hanya bisa berjalan melalui komunikasi (Jourdan, 1984). Dengan kata lain, tidak ada perilaku pendidikan yang tidak dilahirkan oleh komunikasi. Bagaimana mungkin mendidik manusia tanpa berkomunikasi, mengajar orang tanpa berkomunikasi, atau memberi kulia tanpa bicara. Semuanya membutuhkan komunikasi, komunikasi yang sesuai dengan bidang daerah yang disentuh.
Karena pentingnya fungsi  komunikasi secara umum, komunikasi pendidikan dan komunikasi instruksional dengan aspek-aspek turunannya, adalah sebuah proses dan kegiatan komunikasi yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan nilai tambah bagi pihak sasaran, yang dalam banyak hal sebenarnya adalah untuk meningkatkan literasi di banyak bidang kehidupan yang bernuansa teknologi, komunikasi dan informasi. Sedangkan komunikasi instruksional lebih merupakan bagian kacil dari komunikasi pendidikan. Ia merupakan proses yang dipola dan dirancang secara khusus untuk mengubah perilaku sasaran dalam komunitas tertentu ke arah yang lebih baik. Karena tujuannya untuk mengubah perilaku sasaran tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan, kenyataannya sampai saat ini masih banyak masalah pendidikan terutama dalam hal:
1.      Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.
2.      Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan.
3.      Peningkatan government dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan.
Salah satu alternatif pemecahan masalah pendidikan tersebut, melalui penetapan teknologi pembelajaran, yaitu dengan mendayagunakan sumber-sumber belajar yang dirancang, dimanfaatkan, dan dikelola untuk tujuan pembelajaran. Teknologi pembelajaran memanfaatkan media komunikasi yang berbasis teknologi komunikasi yaitu radio dan televisi. Kontribusi atau dukungan teori dan teknologi komunikasi dalam teknologi pembelajaran yaitu adanya berbagai model pembelajaran alternatif yang inovatif berbasis teknologi komunikasi untuk memecahkan masalah belajar dan pembelajaran. Misalnya: penggunaan buku, film, siaran radio, siaran TV. Dalam upaya pemanfaatan teknologi komunikasi untuk memperluas dan pemerataan akses pendidikan serta untuk menunjang peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan.
Teknologi informasi adalah sarana dan prasarana (hardware, software, useware) sistem dan metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan dan menggunakan data secara bermakna.Oleh karena itu, teknologi informasi menyediakan begitu banyak kemudahan dalam mengelolah informasi dalam arti menyimpan, mengambil kembali, dan pemutahiran informasi.

Senin, 26 Desember 2011

PENDIDIKAN JARAK JAUH

A. HAKIKAT PENDIDIKAN JARAK JAUH
          Pada hakikatnya pendidikan jarak mengandung konsep dasar yang sama,  yaitu pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat yang berorientasikan pada kepentingan, kondisi dan karakteristik peserta didik/warga belajar dan dengan berbagai pola belajar dengan menggunakan aneka sumber belajar.Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan antara pendidik dengan peserta didik/warga belajar. Pendidikan jarak jauh telah menjadi istilah yang populer untuk menjelaskan belajar melalui telekomunikasi mencangkup berbagai konfigurasi teknologi dan media, termasuk telepon dan televisi (lewat udara, berkabel, dan satelit). Kesamaan dari semua itu adalah bahwa mereka berakar dari bahasa yunani, tele, yang artinya “jauh” atau tepisah yaitu mereka merupakan sistem untuk berkomunikasi dalam jarak yang jauh. Desmond Keegan (1980) mengidentifikasikan elemen yang merupakan kunci bagi definisi formal untuk pendidikan jarak jauh:
1.      Pemisah fisik pembelajar dari sang guru
2.      Program pengajaran yang terkelola
3.      Teknologi telekomunikasi
4.      Komunikasi dua arah
Prinsif efesiensi diwujudkan dengan pendayagunaan berbagai macam sumber daya dan teknologi yang tersedia setempat dan seoptimal mungkin. Sumber daya yang dimaksudkan meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan. Sumber daya buatan meliputi segala buatan manusia yang ada setempat dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar, seperti misalnya program siaran radio lokal, museum, perpustakaan masyarakat, paket pembelajaran berbasis komputer, teknologi komunikasi dan informasi. 
B. FUNGSI PENDIDIKAN JARAK JAUH
Penekanan pada belajar siswa, entah itu pada suasana yang dipimpin guru atau yang berpusat pada siswa, adalah penting dalam suasana pendidikan jarak jauh seperti halnya dalam ruang kelas  tradisional. Terlepas dari teknologi yang digunakan, mulai dari guru yang hadir langsung hingga konferensi komputer, sebuah sistem telekomunikasi pengajaran harus menjalankan fungsi-fungsi tertentu agar efektif. Fungsi-fungsi tertentu tersebut adalah:
1.      Penyajian informasi. Ini adalah unsur standar mata pelajaran apapun dan ini tidak selalu harus berupa pengajaran yang dipimpin guru, tetapi bisa berupa pendekatan yang  berpusat pada siswa. Contoh adalah presentasi dan demontrasi guru, presentasi siswa, teks cetak dan ilustrasi, suara langsung atau direkam, gambar bergerak penuh.
2.      Praktek dengan umpan balik, yaitu: pembelajaran berlangsung dengan para pembelajar berpartisifasi aktif dalam membahas materi yang diberikan. Guru merangsang kegiatan para pembelajar dengan cara: aktivitas bertanya dan menjawab, kegiatan diskusi, kegiatan kelompok terstruktur, tutorial sesama teman sebaya
3.      Akses sumber daya belajar. Mata pelajaran dan pelajaran biasanya disusun dengan asumsi bahwa para pembelajar akan menghabiskan waktu di luar ruang kelas yang bekerja secara individual atau dalam kelompok kecil
dengan materi, mengerjakan PR, tugas, makalah dan sejenisnya. Sumber daya belajar eksternal yang biasa digunakan sebagai berikut:
1.    Material cetak, yaitu: buku teks, bacaan tambahan, lembar kerja.
2.    Material audiovisual, yaitu: kaset audio atau kaset video, sistem multimedia, CD, DVD.
3.    Basisdata komputer, yaitu: untuk pencarian online.
4.    Kits, yaitu: untuk percobaan laboratorium.
5.    Materi perpustakaan, yaitu: dokumen sumber asli.
Seperti halnya dalam ruang kelas pada umunya, berbagai teknologi, media, dan material yang bisa digunakan dalam situasi pendidikan jarak jauh. Teknologi yang bersipat audio misalnya: telekonferensi audio, rekaman audio (tape atau digital), yang bersipat video, contohnya: television, video online. Material yang bersipat teks, seperti pampangan bulletin board, e-mail, blog.
C.  MENGAJAR JARAK JAUH
          Seorang guru yang mengajar jarak jauh harus mengatur dan mengurutkan konten karena berkaitan dengan hasil, mengetahui sumber daya apa saja yang tersedia, pengalaman apa yang telah siswa miliki terkait dengan sistem yang digunakan, dan apa yang harus siswa lakukan untuk menjamin pengalaman belajar yang berkualitas (Debbagh & Bannan-Ritland, 2005).
          Salah satu elemen yang sering kali diabaikan dalam belajar jarak jauh adalah akses yang harus dimiliki para siswa terhadap material sumber daya. Jika seorang guru menginginkan para siswa terlibat dalam penelitian atau jenis-jenis kegiatan tertentu, adalah penting  bahwa para siswa memiliki akses terhadap material berkaitan, buku-buku di pusat media atau sumber daya internet.
 Seorang guru mungkin harus mengubah jenis kegiatan tertentu atau membuat penyusunan yang khusus pada material-aterial untuk dikirim ke ruang kelas dalam jarak yang jauh. Guru, sering kali bekerja sama erat dengan specialis media perpustakaan sekolah, bertanggung jawab untuk menjamin bahwa seluruh siswa memiliki akses yang sama terhadap material yang penting untuk belajar.
D. PERAN PENDIDIKAN JARAK JAUH
    1.  Peran Para Siswa
                       Kemajuan teknologi interaksi di antara dua tempat dan beberapa tempat memudahkan para siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran mereka, tetapi tanggung jawab guru untuk mengatur dan mendorong interaktivitas, memandu para siswa berinteraksi dengan tepat.
Para siswa perlu mengetahui bagaimana menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dengan guru dan saling berkomunikasi dengan rekan. Ketika para siswa ingin mengajukan pertanyaan atau ikut serta dalam diskusi, mereka harus menggunakan teknologi untuk berinteraksi. Para siswa tidak hanya harus mengetahui bagaimana mengoperasikan mikrofon atau bagaimana ikut berpendapat dalam diskusi, tetapi mereka juga harus mengetahui etika berkomunikasi. “Hak untuk menginterupsi” menjadi sebuah konsep penting ketika para siswa bekerja/belajar dengan beragam tempat video atau audio dalam sebuah kursus.
     2.    Peran Guru
Peran guru dalam ruang kelas pendidikan jarak jauh, adalah penting untuk memikirkan suasana dalam situasi baru. Ruang kelas yang merupakan serangkaian ruangan yang terhubung secara elektronis. Guru hadir disana dengan ruang kelas yang terhubung oleh sistem telekomunikasi dengan para siswa yang berada di lokasi-lokasi yang  jauh. Para siswa yang mungkin hanya terdiri dari satu atau dua siswa ataupun mungkin terdapat kelas yang penuh dengan siswa.
Dalam lingkungan online, peran guru mungkin beralih menjadi seorang fasilitator dalam belajar ketimbang secara langsung memimpin kelas. Pada  pendidikan online seorang guru harus memastikan bahwa siswanya sepenuhnya memahami tanggung mereka dan bagaimana mengatur mereka di dalam kelas. Selain itu, guru juga harus mengawasi kelas untuk memastikan bahwa tidak ada siswa yang tertinggal dalam pelajaran.
    3.    Peran Fasilitator
Fasilitator mungkin saja seorang guru lainnya atau pembantu ruang kelas yang hadir di tempat-tempat yang jauh. Tugas fasilitator dari fasilitator berbeda-beda tergantung pada konten pengajaran dan kebutuhan guru kelas.
Pengalaman telah membuktikan ketika guru dan fasilitator bekerja sebagai tim maka keberhasilan siswa akan meningkat. Ketika fasilitator melakukan hal-hal berikut ini  pada para siswa pendidikan jarak jauh memungkinkan para siswa akan belajar dengan serius. Hal –hal tersebut berikut ini:
·         Mengawasi dan turut serta aktif dalam seluruh program siswa.
·         Mendorong interaksi dengan guru dan sesama siswa.
·         Menjawab pertanyaan pada tempat yang terpisah-pisah.
·         Menyelesaikan secara langsung masalah pengajaran atau disiplin.
·         Menyediakan lembar kerja atau kuis tambahan.
·         Bertanggung jawab mengoperasikan dan mengatasi peralatan.
Agar bisa aktif, peran fasilitator membutuhkan perencanaan dan pelatihan lanjutan. Idealnya guru dan fasilitator yang berjarak jauh bertemu sebelum pengajaran dimulai untuk membahas tujuan kelas dan strategi pengajaran.
    4.    Peran Teknologi
Teknologi pendidikan jarak jauh bisa berupa audio dan  video, guru mungkin harus mengubah material pengajaran yang ada. Para siswa diuntungkan dari visual yang disertakan dalam pengalaman pengajaran. Program peranti lunak, seperti PowerPoint, akan mengatur visual yang akan digunakan dalam salah situasi tersebut. Para siswa menggunakan teknologi dan media untuk presentasi mereka sendiri di dalam sebuah kelas jarak jauh. Warna, ukuran dan desain merupakan pertimbangan penting dalam kelas jarak jauh. 
E. AUDIO DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH
            Audio memiliki sejarah yang panjang dalam memberikan pengajaran jarak jauh. Radio merupakan salah satu teknologi yang pertama kali digunakan dalam penyampaian pengajaran jarak jauh. Sementara saat ini tidak begitu banyak digunakan di Amerika Serikat, kalaupun masih digunakan lingkupnya berada di pedesaan di mana koneksi internet masih sangat terbatas.
            Kunci penggunaan audio yang berhasil dalam pengajaran adalah dengan mempertimbangkan sumber daya apa yang tersedia bagi para siswa di berbagai lokasi dan menyadari bahwa audio terkadang sudah mencukupi untuk menyampaikan pengalaman belajar. Audio merupakan opsi yang memungkinkan untuk menyampaikan informasi. Sumber daya, seperti kaset dan CD, bisa diposkan kepada para siswa untuk digunakan secara individual, atau sebuah sarana komunikasidua arah dapat dibuat di antara para anggota sebuah kelas.
            Telekonferensi audio merupakan pengembangandari sebuah panggilan telepon sederhana. Kemajuan dalam teknologi telepon sekarang memungkinkan individual atau kelompok orang di dua atau lebih lokasi untuk mendengar dan didengarkan dengan jernih dan mudah. Sebuah telekonferensi audio, pembicaraan langsung dan interaktif menggunakan sambungan telepon atau satelit, menghubungkan orang-orang pada tempat yang berbeda-beda, misalnya sebuah kelas bisa mengobrol dengan penulis buku yang baru saja mereka baca dengan syarat kelas itu harus memiliki sambungan telepon dan speakerphone. Sang penulis hanya perlu sebuah telepon. Untuk menghubungkan dua atau lebih kelompok menggunakan mikropon amplifier dengan suara yang diaktifkan, diperlukan pada tiap lokasi. Di bagian tengah-tengah terdapat jembatan (bridge), sebuah sistem elektronik yang menggabungkan panggilan dari seluruh lokasi yang turut serta, menyeimbangkan tingkat suara, menyaring suara-suara berisik dan mengatasi diskoneksi. Bridge ini bisa dipasok oleh perusahaan telepon atau disewakan oleh perusahaan komersil.
     Keuntungan menggunakan telekonferensi audio dalam pendidikan jarak jauh:
·        Efektif biaya. Para guru bisa mengundang seorang ahli ke dalam kelas untuk terlibat dalam dialog bersama dengan para siswa.Telekonferensi audio sering kali dianggap cara yang efektif biaya untuk menyelenggarakan sebuah pertemuan atau sesi pelatihan guru tanpa mengeluarkan banyak waktu dan uang untuk kepentingan kegiatan.
·        Mudah digunakan. Telekonferensi audio merupakan bentuk telekomunikasi yang paling mudah diakses karena menggunakan layanan telepon. Perusahaan telepon komersial telah memudahkannya untuk membuat telekonferensi audio dari telepon apa pun.
·        Interaktif. Seluruh peserta mendapatkan pesan yang sama dan interaktivitas. Mereka bisa berbicara kepada guru dan kepada para pembelajar lainnya.
et     keterbatasan menggunakan telekonferensi audio dalam pendidikan jarak jauh:
·        Kurangnya informasi visual. Kurangnya dimensi visual menjadi salah satu keterbatasan. Ini bisa diatasi dengan menyusun terlebih dahulu materi yang ada di tempat atau menggunakan sumber daya teknologi untuk menyiarkan visual.
·        Audio yang jelek. Agar bisa menerima kualitas audio yang bisa diterima, tiap-tiap tempat penerima harus memiliki perangkat amplifier mikrofon khusus.
·        Menakutkan. Kurangnya pengalaman dengan jenis teknologi ini mungkin membuat beberapa pembelajar sedikit enggan turut serta.
     Kesimpulan:
     Teknologi audio dapat menjadi alat pengajaran yang efektif, tergantung pada kebutuhan siswa anda, menggunakan teknologi telekonferensi audio, kaset, dan CD mungkin merupakan cara yang efektif dalam menyediakan kesempatan belajar jarak jauh.
 F. TELEVISI DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH
Teknologi televisi menawarkan banyak jenis kesempatan pengajaran yang berbeda bagi para pembelajaran. Para siswa bisa terlibat dalam pembelajaran mandiri dengan menampilkan program pada saluran televisi seperti Discovery atau Arts and Entertainment (A&E) atau yang lebih formal lagi, para pembelajaran bisa dilibatkan dalam sebuah pengajaran yang dipersyaratkan untuk kenaikan atau kelulusan dari sebuah mata pelajaran.
Format-format untuk menyampaikan televisi dalam pengajaran tergantung pada beberapa jenis pilihan teknologi dan penyiaran:
·      Video satu arah dan audio satu arah (penyiaran).
·      Video satu arah dan audio dua arah (interaktif)
·      Video dua arah dan audio dua arah (interaktif).
G. SISTEM PENYEBARAN TELEVISI
       Dari seluruh penggunaan televisi dalam bidang pendidikan, penanyangan video yang telah direkam sebelumnya (pre-recorder) atau DVD merupakan yang paling umum. Kami juga menggunakan  istilah televisi satu arah untuk merujuk kepada seluruh sistem transmisi televisi di mana program disiarkan kepada para siswa tanpa koneksi interaktif dengan guru. Ini meliputi lima jenis utama dari sistem transmisi:
1.    Penyiaran (broadcast).
2.    Satelit.
3.    Gelombang mikro.
4.    Sirkuit tertutup.
5.    Serat optik atau kabel.
Transmisi broadcast. Broadcasting, penyiaran gelombang elektromagnetik yang kuat melalui udara, merupakan sistem penyampaian yang menjadikan televisi media hiburan rumah yang terkenal. Sinyal televisi siaran ini memancar keluar menuju horizon dari antena pemancar. Stasiun relay membawa sinyal-sinyal tersebut memutari halangan, seperti pegunungan, dan kepada komunitas terpencil yang melampaui wilayah cakupan utama. Perangkat TV standar apa pun dengan sebuah antena bisa secara bebas menerima sinyal-sinyal tersebut.
Transmisi satelit. Komunikasi satelit merujuk pada sebuah perangkat yang mengorbit di luar angkasa yang menerima sinyal dari stasiun-stasiun di bumi dan memancarkan ulang sinyal-sinyal tersebut ke lokasi-lokasi yang jauh. Satelit saat ini adalah geosinkronous, yang artinya bahwa orbit mereka disetarakan dengan rotasi bumi itu sendiri sehingga satelit tersebut berposisi pada titik yang sama di bumi, yang bertindak sebagai menara pemancar setinggi 23.000 mil. Pada ketinggian tersebut, sebuah wilayah cakupan satelit bisa meliputi hampir separuh dari permukaan bumi. Satelit sekarang digunakan pada sebagian besar penyiaran televisi jaringan.
Transmisi gelombang mikro. Sinyal televisi gelombang mikro diudarakan di sepanjang serangkaian menara untuk menyiarkan program. Seperti telekomunikasi lainnya, sebuah lisensi diperlukan untuk menyiarkan dengan gelombang mikro. Gelombang mikro memiliki satu keterbatasan utama yaitu sinyal yang diudarakan pada frekuensi gelombang mikro tinggi ini bergerak di pola jalur penglihatan. Akibatnya, cangkupan gelombang mikro terbatas pada daerah dengan jalur pandangan langsung dari menara pemancar.
Transmisi sirkuit tertutup. Istilah sirkuit televisi tertutup (CCTV) merujuk pada sistem distribusi privat yang dihubungkan oleh kabel atau serat optik. Sinyal CCTV tidak bisa diterima di luar jaringan privat. Keuntungan utama dari CCTV adalah bahwa sistem semacam  itu tidak membutuhkan lisensi pemerintah dan bisa dipasang dengan bebas oleh lembaga manapun yang ingin memasangnya. Sirkuit tertutup digunakan untuk menghubungkan bangunan-bangunan dalam sebuah sekolah distrik dan memberikan kemampuan multi-saluran dan privat di dalam batas-batas tersebut. CCTV banyak digunakan di negara bagian seperti Indiana, Lowa, dan Dakota Selatan, yang menghubungkan sekolah-sekolah yang jauh ratusan mil. Sistem CCTV bisa sangat sederhana seperti kamerayang dihubungkan dengan sebuah monitor dalam ruang yang sama, misalnya untuk pembesaran gambar dari sebuah demonstrasi sains.
Trasmisi kabel. Konsep siaran program televisi kabel pertama kali diterapkan secara komersil pada tahun 1950-an dalam sebuah menara terisolasi, karena interferensi dari sebuah gunung yang menutupi kota, orang-orang tidak bisa menerima sinyal yang bisa ditampilkan dari stasiun televisi terdekat. Masyarakat bisnis setempat mengembangkan gagasan membangun antena induk di puncak gunung. Di sana sinyal yang lemah diperkuat dan dialirkan dalam kabel yang menuruni gunung hingga mencapai kota. Gagasan memiliki satu antena tinggi tunggal ini untuk melayani seluruh masyarakt membuat proses tersebut dinamakan televisi antena masyarakat atau CATV, sekarang lebih dikenal dengan televisi kabel. Banyak sekolah sekarang terhubung ke sistem kabel komersil, sering kali tanpa biaya bulanan.
Transmisi online. Teknologi online ( semua yang bergantung pada sistem berdasarkan komputer) telah membuka sederet kesempatan pendidikan jarak jauh bagi audio dan video. Dahulu para siswa harus berkendaraan atau jalan kaki untuk datang ke kelas, sekarang memungkinkan mereka tinggal di rumah sambari turut serta dalam kegiatan belajar.
G. OPSI-OPSI TELEVISI PENGAJARAN
Sebagai salah satu sarana pengajaran jarak jauh, televisi bisa digunakan dalam berbagai cara. Salah satu pertimbangan penting dalam memilih format televisi adalah hasil-hasil belajar bagi para siswa. Jika siswa disuruh mengumpulkan informasi maka informasi tersebut bisa di dapat melalui televisi.
Opsi-opsi teknologi televisiyang mungkin bermanfaat dalam pembelajaran jarak jauh:
·       Broadcasting.
Di Amerika serikat, sebagian besar stasiun televisi publik bertindak sebagai sarana untuk pemrograman jaringan. Jadwal sore hari mereka meliputi program yang ditujukan bagi para pemirsa rumahan secara umum.
·      Televisi Pengajaran.
Televisi pengajaran digunakan langsung di ruang kelas untuk mencapai tujuan kurikulum tertentu. Televisi pengajaran  (ITV) merupakan acara utama dari televisi publik. Program ITV cenderung berdurasi 15 menit hingga 30 menit yang bertujuan:
1.      Untuk membantu  guru ruang kelas pada mata pelajaran yang para siswa sering mengalami kesulitan (misalnya, seni, musik, matematika, sains, dan kesehatan).
2.      Untuk melengkapi pengajaran ruang kelas dalam mata-mata pelajaran karena sumber daya kelas yang terbatas mungkin membatasi pembahasan dalam peristiwa internasional.
3.      Untuk menghadirkan rangsangan bagi mata-mata pelajaran, seperti sastra, di mana para guru sering kesulitan membangkitkan minat dan memotivasi siswa.
Pada sekolah dasar, para guru lebih cenderung menggunakan video yang telah direkam (pre-recorded) atau DVD daripada program pengudara televisi, contohnya: Sesame Street dan Arthur, di tingkat intermediate, History Detective, Between the Lions, dan ZOOM. Di tingkat menengah dan pendidikan sekunder, siaran televisi bisa menawarkan banyak jenis opsi pemrograman bagi guru ruang kelas. Para guru bisa memberikan tugas PR yang mengharuskan para siswa menonton berita sore untuk mendapatkan informasi terbaru secara teratur mengenai sebuah topik.
·      Integrasi.
Teknologi televisi penyiaran bisa bermanfaat bagi guru ruang kelas jika mempertimbangkan kebutuhan para siswa pada pendidikan  jarak jauh. Banyak operator kabel memberikan pemrograman khusus, panduan guru, dan layanan komputer khusus. Pemrograman yang berkualitas tinggi contohnya: Discovery Channel, CNN, dan C- Span, yang semuanya menawarkan panduan program bagi para guru.
·      Televisi Interaktif.
Ketika para guru dan siswa menggunakan televisi dalam cara yang sama dengan ruang kelas tatap muka, fungsi dari televisi berubah dari benda pengantar murni menjadi sarana yang memungkinkan interaksi di antara para siswa dan guru. Sekarang, dengan penggunaan berbagai sistem telekomunikasi, televisi mewakili situasi ruang kelas pada umumnya.
Beberapa sistem televisi interaktif menggunakan gambar video bergerak penuh, berkualitas tinggi dan tentu saja biaya penyiaran sangatlah mahal. Sistem televisi interaktif bersandar pada penggunaan video terkompresi, menghilangkan informasi video yang berlebihan, untuk kepentingan distribusi.
·      Video satu-arah, Audio dua arah.
Penyiaran televisi bisa diubah menjadi sistem komunikasi dua arah dengan menggunakan sebuah perangkat untuk mengirimkan umpan balik audio kepada sang penyaji. Dalam hal talkback biasanya ditambahkan dengan menggunakan alat berupa telepon untuk menghubungi studio asal.
·       Video dua arah, Audio dua arah.
Televisi yang benar-benar interaktif dengan komunikasi dua arah baik video maupun audio, atau televisi dua arah dihasilkan dengan melengkapi baik tempat pengirim dan tempat penerima dengan kamera dan mikropon, yang saling dikaitkan dengan alat yang mampu melakukan transmisi dua arah. Ini mungkin berupa optik serat, kabel gelombang mikro, satelit, atau kombinasi dari semua.
DAFTAR PUSTAKA
Miarso, Yusuphadi. 2011. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Smaldino, Sharon. Lowter, Deborah. Russel, James D. 2011. Teknologi  Pembelajaran dan Media untuk Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Senin, 10 Oktober 2011

BAB. 1 Pengertian dan Ruang Lingkup Psikologi


KOMPETENSI DASAR
-          Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian psikologi
-          Mahasiswa dapat menjelaskan objek kajian psikologi
-          Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan psikologi dengan ilmu lain
         A. Pengertian Psikologi
Menurut Sarlito ( 1976 : 9 ) berdasarkan asal katanya, psikologi berasal dari kata-kata Yunani : Psyche yang berarti jiwa dan Logos yang berarti ilmu. Jadi secara harafiah psikologi berarti ilmu jiwa. W.A. Gerungan (1972 : 5) dalam bukunya Psikologi Sosial, mengemukakan arti kata kedua istilah tersebut menurut isinya sebenarnya sama, sebab istilah ilmu jiwa itu merupakan terjemahan belaka dari istilah psikologi namun kedua istilah tersebut memiliki perbedaan yang jelas dalam artinya, yaitu :